Banyak Inden Xpander Yang Dibatalkan Menjelang Lebaran

Bebisnis.com – Hari yang sudah menjelang lebaran idul fitri ini intensitas daya beli untuk para konsumen otomotif yang ada di Indonesia menurun. Padahal jika ditahun-tahun yang sebelumnya, tingkat minat masyarakat terhadap produk otomotif naik dengan cepatnya, tapi bereda dengan tahun ini yang justru mengalami penurunan yang lumayan terlihat.

Naiknya minat masyarakat terhadap produk otomotif menjelang lebaran dipengaruhi oleh satu faktor besar yakni cairnya Tunjangan Hari Raya (THR). Seperti yang terjadi dalam pasar otomotif salah satunya yakni dengan angka pembelian mobil baru yang telah diperkirakan juga akan mengalami peningkatan.

Akan tetapi hal satu ini bukan menjadi satu kabar bahagia bagi pihak Mitsubishi lantaran ada beberapa konsumen yang justru malah membatalkan pesanan inden Xpander yang telah ditunggu berbulan-bulan lamanya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Head of Sales and Marketing PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Imam Choeru Cahya. Insiden tersebut memang nyata terjadi akan tetapi tidak dalam jumlah banyak. Hal tersebut terjadi dengan alasan para konsumen yang telah memesan Xpander sebelumnya berniat untuk bisa memakai mobilnya saat mudik lebaran ini.

Apalagi bagi first buyer atau yang benar-benar membutuhkan mobil karena hanya memiliki satu unit saja di rumah.

“Kalau untuk SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) Xpander masih stabil. Setiap hari masih saja ada yang melakukan SPK. Tapi ada konsumen yang mencari unit yang sudah ready to use di bulan ini untuk digunakan saat lebaran,” ujar Imam di Jakarta, semalam (30/5/2018).

Demi bisa menanggulangi hal semacam itu, pihak MMKSI akan segera melakukan sistem untuk bisa segera memproses konsumen yang melakukan SPK terlebih dahulu supaya tidak lama untuk menunggu unit Xpander di rumah.

“Jadi sekarang sistemnya siapa yang SPK duluan ya itu yang kita proses supaya tidak mengecewakan yang sudah lama menunggu. Ya mungkin sekarang kan sudah tahu semua bahwa SPK Xpander masih cukup banyak, jadi peristiwa itu terjadi (pembatalan pemesanan-Red),” kata Imam.

“Terutama bagi konsumen-konsumen first buyer atau misalnya mobil dia hanya satu jadi benar-benar dibutuhkan pada saat lebaran. Pasti mereka mencari unit yang ready to use,” tambahnya.

Pihaknya juga menuturkan unit Xpander yang dikirim dari pabrik ke diler (wholesales) sudah cukup melebihi dari pemesanannya. Jadi, waktu tunggu atau inden tidak memakan waktu lama lagi. Apalagi dengan produksi Xpander yang ngebut di bulan depan, sampai 10.000 unit tiap bulannya.

“April kemarin retail (penjualan dari diler ke konsumen) kita 5.000 sampai 6.000-an sedangkan wholesales 7.000-an. Bulan ini mungkin retailnya (penjualan Xpander) bisa tembus 7.000-an lebih. Sehingga inden kira-kira tiga bulanan. Tapi setelah lebaran kita akan targetkan total produksi Xpander mencapai 10.000 unit tiap bulan. Meningkat dari sebelumnya hanya 8.000 unit maksimal,” tutup Imam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *