BMW Sedang Jalani Kerjasama Dengan PLN Di Indonesia

Bebisnis.com – Dikabarkan BMW Group Indonesia sudah mulai menunjukkan keseriusan untuk bisa menjajaki dalam upaya penggarapan penggunaan listrik dengan berkolaborasi dengan PLN Distribusi Jakarta (PLN Disjaya). Jadi tidak hanya membangun diler listrik saja yang bertempat di Jakarta.

Pihak BMW Group Indonesia mengambil langkah yang dilakukan saat ini bertujuan untuk membangun komitmennya dalam mempelopori mobil listrik di tanah air.

“Di indonensia kita mulai BMW i mulai dari 2014. BMW i8 pertama kali diluncurkan 2016. Dari helatan ini, kami akan bertekat untuk membuat Jakarta kembali biru bersama PLN. Kami sangat mendukung pengembangan SPLU di negara ini dan di manapun. Sebagai manufaktur kami komitmen untuk taruh investasi yang besar untuk produk, SPLU,” ujar President Director BMW Group Indonesia, Karen Lim di Jakarta, Kamis (14/12/2017).

“Kami lihat kolaborasi PLN dan BMW adalah langkah besar dalam pertumbuhan mobil listrik. tantangannya sudah di depan mata. Kita harus bekerja sama agar dapat beradaptasi,” tambah Lim.

Hingga kini, pihaknya telah melakukan installasi sebanyak 130.000 di 29 Negara. Dan sampai menjelang akhir tahun ini saja, pihaknya telah berhasil menjual sebanyak 200.000 kendaraan rendah emisi di dunia.

“Akhir tahun ini ada 200.000 kendaraan listrik di seluruh dunia, termasuk di dalamnya hybrid dan listrik murni. Secara installasi, BMW group telah lakukan 130.000 di 29 negara,” ujar Lim.

Dengan melihat yang telah disiapkan di Indonesia, sudah direncanakan nantinya pada tahun 2025 mendatang setidaknya penggunaan kendaraan listrik sudah harus mencapai 20% keatas. untuk menyambut hal itu, Melihat kesiapan Indonesia, direncanakan pada tahun 2025 nanti paling tidak penggunaan kendaraan listrik harus mencapai 20% keatas. Menyambut hal itu, beberapa pihak dari penyedia infrastuktur (SPLU) dan produsen otomotif tengah bergegas dalam melakukan hal tersebut.

Lebih khusus lagi, di 2018 nanti PLN akan menyediakan 1500 SPLU di Jakarta. Seiring perkembangan, target tersebut tentu akan berubah pula. Selain jumlah penyediaan, teknologinya pun akan dipercanggih salah satunya adalah menghadirkan fast charging yang diklaim mampu mengisi daya mobil listrik hingga 20 menit saja.

“Fast charging tahun depan kita keluarkan. Waktu pengisian rata-ratanya hanya 20 menit. Namun kan memang ada efek sampingnya ya katanya (fitur fast charging) ke batrai yang cepat lesu atau bagaimana. Nanti kita akan rancang dengan perhatikan hal tersebut,” papar General Manager PLN Disjaya, Ikhsan Asaad.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *