Sambutan Positif Pihak Nissan

Bebisnis.com – Hingga kini memang belum ada peresmian terkait keringanan pajak impor mobil listrik completely built up (CBU). Meski dengan keadaan seperti itu, pemerintah tetpa memasukkan kedalam draft Peraturan Presiden untuk program kendaraan ramah lingkungan.

Seperti Nissan Indonesia juga sudah positif terkena pajak impor mobil listrik.  I Gusti Putu Suryawirawan, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronik, Kemenperin, mengatakan, itu diberikan bagi produsen yang berkomitmen untuk lokalisasi.

Terkait dengan keringanan CBU, pihak dari Nissan Motor Indonesia (NMI) menyambutnya positif.

“Kami merekomendasikan untuk memberi keringanan pajak CBU sebagai tahap awal, agar konsumen tertarik dan pasar terbentuk dahulu. Ketika pasarnya membesar dan skala ekonominya sudah tercipta, baru kemudian tahap lokalisasi,” ujar Budi Nur Mukmin, GM Strategi Pemasaran dan Perencanaan Produk NMI.

Budi pun coba membandingkan, jika di Malaysia keringanan nol persen untuk pajak impor dan pajak barang mewah, serta harga mobil listrik dibuat kompetitif dengan mobil mesin bakar.

“Malaysia sampai kekurangan pasokan karena membludaknya permintaan. Saya pikir jika seperti itu di Indonesia, pasar dapat terbentuk dalam waktu lima tahun,” tutup Budi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *